Zat Berbahaya yang Terdapat pada Kosmetik

1.            Latar Belakang Masalah


Pada zaman modern seperti ini, kosmetik bagi wanita merupakan kebutuhan utama yang harus selalu dipenuhi, ke mana pun wanita pergi. Entah ke kampus, kantor, belanja, atau ke mana pun, kosmetik tak pernah lupa untuk dibawa. Bahkan, tak sedikit wanita yang malu atau tak percaya diri ketika bertemu orang lain tanpa menggunakan make up.

Keinginan untuk mempercantik diri secara berlebihan, salah pengertian akan kegunaan kosmetik menyebabkan seseorang berbuat kesalahan dalam memilih  kosmetik tanpa memperhatikan kondisi kulit dan pengaruh lingkungan. Hasil yang didapatkan tidak membuat kulit menjadi sehat dan cantik, tetapi malah terjadi berbagai kelainan kulit yang disebabkan oleh penggunaan kosmetika tersebut. Gaya hidup yang kini terjadi pada masyarakat baik masyarakat kota maupun desa, tidak hanya dikalangan anak remaja tetapi juga dikalangan dewasa.

Mengetahui akan pentingnya kosmetik bagi wanita, kini banyak sekali bermunculan kosmetik di pasaran. Hal inilah yang membuat Anda harus lebih berhati-hati dalam memilih kosmetik untuk perawatan kulit wajah Anda. Semakin banyaknya permintaan kosmetik ini kerap dijadikan kesempatan bagi para produsen kosmetik nakal untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Salah satunya dengan mencampurkan zat kimia berbahaya yang tentunya bisa merusak kulit bahkan dapat menyebabkan kanker kulit hingga kematian.

Untuk lebih aman dalam menggunakan kosmetik, pastikan kosmetik yang Anda pakai terdaftar dalam Badan POM yaitu badan pengawas obat dan makanan. Belum lama ini badan POM menemukan 977 jenis atau sekitar 595.218 kemasan kosmetik tanpa izin yang beredar dan mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat merusak kulit.

2.            Rumusan Masalah

Zat kimia berbahaya yang terdapat pada komestik, kali ini kami akan memberikan daftar zat berbahaya pada komestik dan akibat dari pemakaian yang dilakukan secara teratur.

3.            Tujuan Penulisan

Dimana tujuan penulisan ini untuk memberikan informasi kepada setiap wanita untuk berhati-hati dalam memilih kosmetik.

4.            Hipotesis

Ho : Bahwa zat yang terkandung di dalam kosmetik tidak berbahaya untuk tubuh
Ha : Bahwa zat yang terkandung didalam kosmetik sangat berbahaya untuk tubuh

5.            Pembahasan

5.1        Kosmetik

Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang untuk digunakan pada bagian luar badan (kulit, rambut, kuku, bibir dan organ kelamin bagian luar), gigi dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalm keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit (Iswari, 2007).

Komposisi utama dari kosmetik adalah bahan dasar yang berkhasiat, bahan aktif dan ditambah bahan tambahan lain seperti : bahan pewarna, bahan pewangi, pada pencampuran bahan-bahan tersebut harus memenuhi kaidah pembuatan kosmetik ditinjau dari berbagai segi teknologi pembuatan kosmetik termasuk farmakologi, farmasi, kimia teknik dan lainnya (Wasitaatmadja, 1997).

Krim merupakan suatu sediaan berbentuk setengah padat mengandung satu atau lebih bahan kosmetik terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai, berupa emulsi kental mengandung tidak kurang 60 % air ditujukan untuk pemakaian luar. Yang diformulasikan sebagai emulsi air dalam minyak atau (water in oil, W/O) seperti penyegar kulit dan minyak dalam air (oil in water,O/W) seperti susu pembersih ( Anief, 1993).

Kualitas krim meliputi :
a.       Mudah dioleskan merata pada kulit.
b.      Mudah dicuci bersih dari daerah lekatan.
c.       Tidak menodai pakaian.
d.      Tidak berbau tengik.
e.       Bebas partikulat keras dan tajam.
f.       Tidak mengiritasi kulit.

Adapun bahan dasar krim misalnya dalam krim pelembab adalah : mineral oil, lanolin, paraffin wax, olive oil, dan bahan tambahan lainnya (Ditjen POM, 1985).

5.2        Penggolongan kosmetik

Penggolongan kosmetik antara lain berdasarkan kegunaan bagi kulit :

1.      Kosmetik perawatan kulit (skin-care cosmetic).
a.     Kosmetik untuk membersihkan kulit (cleanser), misalnya sabun, susu pembersih wajah, dan penyegar kulit (freshner)
b.      Kosmetik untuk melembabkan kulit (mouisturizer), misalnya mouisterizer cream, night cream.
c.       Kosmetik pelindung kulit, misalnya sunscreen cream dan sunscreen foundation, sun block cream/lotion.
d.      Kosmetik untuk menipiskan atau mengampelas kulit (peeling), misalnya scrup cream yang berisi butiran-butiran halus yang berfungsi sebagai pengampelas (abrasiver).

2.      Kosmetik riasan (dekoratif atau make-up)

Jenis ini diperlukan untuk merias dan menutup cacat pada kulit sehingga menghasilkan penampilan yang lebih menarik. Dalam kosmetik riasan, peran zat pewarna dan zat pewangi sangat besar (Iswari, 2007).

Pada penggolongan kosmetik, krim wajah termasuk dalam kosmetik perawatan kulit (skin-care cosmetic) yang mempunyai tujuan untuk melembabkan kulit serta melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Namun tidak untuk diagnosis, pengobatan serta pencegahan penyakit.

5.3        Bahan berbahaya yang dapat terkandung di kosmetik

1.      Merkuri (Hg)

Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan kata merkuri, ya merkuri merupakan zat berbahaya yang sering digunakan produsen kosmetik nakal untuk meraup banyak keuntungan. Merkuri banyak di jelaskan di berita pertelevisian tentang dampak bahayanya. Namun meskipun berbahaya, masih banyak saja orang yang menggunakan merkuri sebagai campuran pembuatan kosmetik. Merkuri dapat menyebabkan perubahan warna kulit seperti munculnya bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kulit terasa panas hingga kerusakan kulit permanen. Penggunaan dalam dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan saraf otak, ginjal hingga kanker.

2.      Timbal (Tb)

Timbal juga merupakan bahan kimia berbahaya yang kerap dicampurkan dalam pembuatan kosmetik. Pada anak-anak timbal dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak serta sistem saraf yang memicu tingkah laku dan belajar serta menurunkan IQ anak, mengganggu pedengaran dan menyebabkan anemia. Sedangkan bagi orang dewasa timbal dapat menyebabkan gangguan saraf pusat, meningkatkan tekanan darah atau hipertensi serta menurunakn fungsi ginjal. Oleh sebab itu penggunaan timbal dalam kosmetik sangat dilarang dan di batasi.

3.      Bahan Pewarna Tekstil

Tak jarang banyak produsen nakal yang menggunakan bahan pewarna tekstil untuk kosmetik seperti lipstik, pemulas kelopak mata dan perona pipi. Bahan pewarna ini sangat berbahaya selain dapat merusak kulit juga dapat menyebankan kerusakan hati.

4.      Resorsinol

Resorsinol merupakan zat berbahaya yang juga sering digunakan dalam kosmetik. Resorsinol dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan gangguan sistem imun. Bahaya pemakaian resorsinol pada kulit yang terluka atau teritasi berupa gejala dermatitis, iritasi mata, kulit, tenggorokan, saluran pernafasan, peningkatan detak jantung, dispepsia, hipotermia dan lain sebagainya.

5.      Coal Tar

Coal tar merupakan tar batubara yaitu bahan kimia berbahaya yang biasanya digunakan untuk kosmetik anti ketombe, anti gatal dan lain sebagainya. Bahan kimia ini bersifat carninogenic ketika masuk kedalam kulit dan sangat berbahaya.

6.      Butil Asetat

Butil asetat merupakan bahan kimia yang sering digunakan dalam kosmetik pembersih dan penghalus kuku. Penggunaan butil asetat secara terus-menerus dapat menyebabkan kulit retak, kering dan pecah-pecah. Selain itu banyak menghirup uap butil asetat dapat menyebabkan pusing.

7.      Asam Retionat/ Retionic Acid

Asam retionat/ retionic acid banyak disalah gunakan sebagai kosmetik untuk pengelupasan kulit, mengatasi jerawat, dengan mekanisme kerja pengelupasan kulit. Zat ini berbahaya karena dapat menyebabkan kulit kering, panas terasa terbakar dan teragonik.

8.      Hidrokinon

Hidrokinon merupakan zat berbahaya yang sangat dilarang untuk kulit dan rambut, hanya boleh untuk mengeraskan kuku. Namun kenyataan zat ini sering digunakan dalam bahan pembuatan krim pemutih kulit. Penggunaan hidrokinon dalam waktu yang panjang dapat menyebabkan hiperpigmentasi terutama pada daerah kulit yang sering terkena matahari dan menyebabkan kulit menjadi hitam.

9.      Partikel Nano

Partikel nano seperti khususnya zinc oxide dan titanium dioxide biasanya digunakan dalam krim atau lotion tapir surya. Partikel ini sangat mudah menembus kulit dan merusak otak.

10.  Talc

Talc merupakan bahan kimia beracun yang biasa digunakan dalam kosmetik seperti eye shadow, blush, dedoran, sabun dan lain sebagainya. Zat ini bersifat sebagai karsinogen manusia dan diketahi dapat menyebabkan kanker ovarium dan tumor paru-paru.

11.  Petrolium Distillates

Petrolium distillates  yaitu produk yang berasal dari destilasi minyak bumi. Banyak digunakan dalam kosmetik seperti mascaras, bubuk bau kaki dan lain sebagainya. Sifat dari zat tersebut yaitu carcinogen bagi tubuh manusia.

12.  Fragrance

Tak sedikit wanita menyukai produk kosmetik dengan aroma menggoda. Padahal, kosmetik yang mengeluarkan wewangian, sebaiknya hindari. Hal ini karena senyawa yang membuat harum kosmetik mengandung ribuan bahan bahan kimia. Bahan tersebut erat kaitannya dengan alergi, gangguan hormon, bahkan ketidaksuburan.

13.  Paraben

Paraben merupakan zat kimia yang cukup dikenal dalam dunia kosmetika. Pengawet kimia ini juga erat kaitannya dengan kanker payudara. Menurut David Suzuki Foundation, organisasi kesehatan, paraben mudah diserap kulit, namun sangat menganggu sistem reproduksi pria.

14.  Triclosan

Merupakan salah satu bahan umum yang terdapat dalam sabun antimikroba. Akan tetapi tak sedikit pula perusahaan kosmetik memasukan bahan ini dalam produknya. Salah satunya adalah lipstik. Jika kosmetik Anda mengandung triclosan sebaiknya hindari, karena dapat menyebabkan kerusakan tiroid.

15.  Formaldehyde

Formaldehida bersifat karsinogen atau bisa memicu kanker. Zat ini mulai dilepaskan ke dalam tubuh, ketika bercampur dengan bahan-bahan lain dalam produk kosmetik. Cek komposisi kosmetik. Jika mengandung DMDM hydantoin, diazolidinyl urea, imidazolidinyl urea, methenamine, quaternium-15, dan hydroxymethylglycinate natrium artinya Anda harus menghindarinya.Formaldehida adalah salah satu bahan kimia berbahaya lain yang umum digunakan dalam sabun mandi bayi, poles kuku, perekat dan pewarna rambut bulu mata.

16.  Sodium Laureth Sulfate

Sodium laureth sulfate merupakan bahan yang biasa digunakan dalam sampo dan scrub untuk wajah. Fungsinya adalah membantu menyerap lotion dan kosmetik. Tetapi, patut diketahui bahwa bahan ini berpotensi menyebabkan kanker.

17.  Propylene Glycol

Ini adalah gliserin sayur-sayuran yang dicampur dengan alkohol yang diperoleh dari gandum. Propylene Glycol ditemui pada beberapa produk kosmetik dan pembersihan wajah. Zat ini menyebabkan kemerahan pada kulit dan radang kulit. Walaupun kajian terkini menunjukkan bahwa zat ini juga bisa merusakkan ginjal dan hati.

18.  PVP/VA Copolymer

Zat kimia yang hasil keluaran minyak bumi ini digunakan pada produk hairspray dan kosmetik lain. Dianggap  beracun karena partikel – partikelnya bisa mengiritasi paru paru.

19.  Stearalkonium Chloride

Stearalkonium klorida dibuat oleh industri kain sebagai pelembut kain. Namun, zat kimia ini juga terkandung dalam kondisioner dan krim rambut. Bahan ini bisa menyebabkan iritasi pd mata & kulit.

20.  Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

Zat sintetik ini biasanya digunakan pada produk shampo untuk membersihkan dan mencipta banyak buih. Efek yang ditimbulkan zat ini adalah iritasi pada mata, ruam kulit & rambut rontok

21.  Synthetic Colors

Bahan sintetik warna diyakini sebagai penyebab kanker. Jika dalam produk kosmetik tertera kandungan ini, jangan sekali – kali menggunakannya.

22.  Triethanolamine

Sering digunakan dalam kosmetik untuk menetapkan PH dan sebagai  surfaktan pd produk detergen. Triethanolamine bisa menyebabkan tumor dan  masalah mata

23.  Anti Bakteri

Antibakteri seperti triclosan banyak sekali digunakan pada berbagai macam produk seperti sabun, deodoran, pasta gigi, dll. Anda perlu berhati-hati dalam menggunakannya karena sifatnya yang mudah diserap oleh kulit dan diketahui beracun atau karsinogenik di alam. Penelitian menunjukkan bahwa antibakteri dapat mengganggu fungsi testosteron pada sel dan dapat merusak beberapa bakteri yang baik, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap infeksi tertentu.

24.  Kationik Surfaktan

Kationik Surfaktan adalah bahan kimia yang digunakan dalam Conditioner rambut atau pelunak yang memiliki muatan listrik positif. Ketika digunakan secara teratur, Kationik Surfaktan dapat merusak rambut dan membuat mereka kering dan rapuh. Alih-alih mendapatkan rambut indah, rambut akan menjadi rusak apabila terlalu sering digunakan.

25.  Diethanolamine (DEA)

Diethanolamine adalah racun digunakan dengan DEA cocamide dan DEA lauramide, sebagai pengemulsi dan pembuat busa dalam banyak produk perawatan pribadi seperti sampo, krim cukur, lotion pelembab kulit, dan sabun bayi. Hal ini bersifat carcinogenic dalam alam dan bertindak sebagai penghancur hormon dan vitamin di dalam tubuh.

Sebaiknya Anda memilih produk dengan kandungan bahan kimia yang lebih sedikit, hindari aroma sintetis. Bahaya pemakaian obat keras tanpa pengawasan dokter bisa menyebabkan iritasi kulit yang merah dan rasa terbakar serta bercak-bercak hitam. Zat kimia tersebut merupakan zat kima berbahaya pada kosmetik. Setelah mengetahuinya upayakan sedapat mungkin untuk tidak mengunakan kosmetik yang tidak mengandung zat kimia berbahaya tersebut. Lihat kemasan produk kosmetik yang akan dibeli dan pastikan tidak mengandung zat kimia diatas. Jangan pernah korbankan kesehatan Anda hanya untuk tampil cantik yang sifatnya hanya sementara. Lebih baik gunakan cara yang natural untuk merawat kecantikan Anda.

6.      Pengujian hipotesis

Secara signifikan cukup banyak zat yang terkandung di kosmetik yang sangat berbahaya untuk tubuh berarti Ha diterima maka:

Ha : Bahwa zat yang terkandung didalam kosmetik sangat berbahaya untuk tubuh

7.      Kesimpulan

Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang untuk digunakan pada bagian luar badan (kulit, rambut, kuku, bibir dan organ kelamin bagian luar), gigi dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalm keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit.

Komposisi utama dari kosmetik adalah bahan dasar yang berkhasiat, bahan aktif dan ditambah bahan tambahan lain seperti : bahan pewarna, bahan pewangi, pada pencampuran bahan-bahan tersebut harus memenuhi kaidah pembuatan kosmetik ditinjau dari berbagai segi teknologi pembuatan kosmetik termasuk farmakologi, farmasi, kimia teknik dan lainnya.

Zat seperti Merkuri (Hg), Timbal (Tb), Bahan Pewarna Tekstil, Resorsinol, Coal Tar, Butil Asetat, Asam Retionat/ Retionic Acid, Hidrokinon, Partikel Nano, Talc, Petrolium Distillates, Fragrance, Paraben, Triclosan, Formaldehyde, Sodium Laureth Sulfate, Propylene Glycol, PVP/VA Copolymer, Stearalkonium Chloride, Sodium Lauryl Sulfate (SLS), Synthetic Colors, Triethanolamine, Anti Bakteri, Kationik Surfaktan Dan Diethanolamine (DEA).

Para wanita harus lebih memperhatikan apakah kometik yang kita pakai mengadung zat tersebut atau tidak yang dapat merusak kulit tubuh kita. Dan kesehatan Anda hanya untuk tampil cantik yang sifatnya hanya sementara, lebih baik gunakan cara yang natural untuk merawat kecantikan Anda.


Comments


  1. SOULSKIN COSMETICS INDONESIA " DISTRIBUTOR ( @NATA_SOULSKININDO - INSTAGRAM )

    Sole Distributor of Soul Skin Cosmetic in Indonesia.
    Ready stock all item

    Contact :
    Line id: @nataa (use @)
    BBM : 5396B8E9

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

EKONOMI KOPERASI materi 2

EKONOMI KOPERASI materi 1

Myself