Ketahui Tips Jitu Ajarkan Anak Berpuasa

1.            Latar Belakang Masalah

Ada hal-hal yang patut diperhatikan agar puasa anak lebih menyenangkan. Meski berpuasa di bulan Ramadan tidaklah wajib bagi anak-anak, namun mengajarkan si kecil berpuasa adalah hal yang perlu dilakukan sedini mungkin. Dengan begitu, anak-anak akan terbiasa dan mampu memahami nilai-nilai berpuasa.

Sejatinya, puasa bukanlah kewajiban yang harus dilakukan anak-anak, mengingat mereka belum memasuki fase baliq (usia pubertas). Namun mendidiknya untuk belajar berpuasa sejak dini bisa menjadi sebuah rencana dan merupakan kewajiban bagi orang tua.

Menurut beberapa ahli, usia yang tepat untuk mulai mengajarkan anak berpuasa adalah empat tahun. Di usia itu kondisi kesehatan anak sudah mulai stabil. Namun para orang tua perlu memperhatikan asupan gizi anak, karena mereka masih dalam masa tumbuh kembang. Bila pada orang dewasa, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh hanya digunakan untuk proses metabolisme tubuh, misalnya proses pencernaan, tidak demikian kondisinya pada anak-anak.

Selain sebagai bahan bakar tubuh, zat makanan yang masuk juga berbagi tugas membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Satu hal yang paling penting dalam mengajarkan anak berpuasa adalah bertahap, sesuaikan kemampuan anak-anak Anda. Hindari memaksa mereka untuk berpuasa sehari penuh, lebih dari 12 jam.

Namun, tentu saja mengajarkan puasa pada anak kecil tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada beberapa hal yang patut diperhatikan untuk membantu proses belajar berpuasa mereka menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

2.            Rumusan Masalah

Bagaimana tips untuk mengajarkan anak berpuasa

3.            Tujuan penulisan

Dimana tujuan penulisan ini untuk memberikan informasi kepada para orangtua untuk mengajarkan berpuasa dengan mudah pada anak.

4.            Hipotesis

Ho : Bahwa tips ini tidak berguna untuk membantu para orangtua mengajarkan anak  
 berpuasa

Ha : Bahwa tips ini berguna untuk membantu para orangtua mengajarkan anak berpuasa

5.            Pembahasan
5.1  Puasa
Puasa adalah tindakan sukarela dengan berpantang dari makanan, minuman, atau keduanya, perbuatan buruk dan dari segala hal yang membatalkan puasa untuk periode waktu tertentu. Puasa mutlak biasanya didefinisikan sebagai berpantang dari semua makanan dan cairan untuk periode tertentu, biasanya selama satu hari (24 jam), atau beberapa hari. Puasa lain mungkin hanya membatasi sebagian, membatasi makanan tertentu atau zat. Praktik puasa dapat menghalangi aktivitas seksual dan lainnya serta makanan. Puasa, sering dilakukan dalam rangka menunaikan ibadah, juga dilakukan di luar kewajiban ibadah untuk meningkatkan kualitas hidup spiritual seseorang yang melakukannya.

Menurut penelitian, puasa menyehatkan tubuh. Makanan berkaitan erat dengan proses metabolisme. Oleh sebab itu, dalam pemeriksaan medis tertentu yang berhubungan dengan proses metabolisme, misalnya pemeriksaan kadar glukosa darah, pasien seringkali disyaratkan untuk berpuasa dahulu. Puasa menggantikan sel-sel yang rusak di dalam tubuh dan menggantinya dengan sel-sel yang baru. Selain itu, puasa mampu meningkatkan kembali hormon pertumbuhan hingga 2000% pada laki-laki dan 1300% pada perempuan. Hormon pertumbuhan ini akan memfasilitasi pembakaran cadangan lemak dalam tubuh selama berpuasa. Peningkatan kembali hormon pertumbuhan dalam tubuh juga bermanfaat dalam melawan penuaan.dini

Dalam Islam, puasa (disebut juga Shaum) yang bersifat wajib dilakukan pada bulan Ramadhan selama satu bulan penuh dan ditutup dengan Hari Raya Lebaran. Menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat sesuai perintah dalam kitab suci umat islam Al Quran. Puasa juga menolong menanam sikap yang baik dan kesemuanya itu diharapkan berlanjut ke bulan-bulan berikutnya dan tidak hanya pada bulan puasa.

Islam menjelaskan kepada kita untuk melatih anak berpuasa dan bukan mewajibkan mereka untuk berpuasa, perkara wajib atau tidaknya seseorang wajib melaksanakan ajaran islam dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Pena diangkat dari tiga orang: orang yang tidur sampai bangun, anak kecil sampai balig, dan orang gila sampai sadar.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dishahihkan oleh al-Albani dalam al-Irwa).

Selain umat Islam diwajibkan melatih anak sejak dini, adapun alasan ilmiah dan psikologis mengapa kita harus melatih anak beribadah semenjak kecil, sebagaimana di kutip dari majalahmuslimsehat.com:
  • Bahwa anak itu terlahir dalam keadaan fitrah, sebagaimana telah maklum dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani atau Majusi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Maksudnya bahwa anak-anak mudah dibentuk sesuai dengan apa yang dikehendaki syariat Islam.
  • Anak pada usia dini lebih mudah menerima nilai dan kebiasan yang kita tanamkan sekaligus meyakininya. Selain itu, masa anak-anak adalah masa yang sangat menentukan bagi pembentukan kepribadiannya di masa datang. Perkara yang baik maupun buruk yang dialami pada masa anak-anak, akan mempunyai pengaruh yang besar dalam hidupnya kelak.
  • Daya ingat anak-anak masih kuat pada masa kecil mereka. Pepatah Arab mengatakan: “Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu, sedangkan belajar sesudah dewasa bagaikan mengukir di atas air”.
  • Telah dipahami, bahwa anak dengan usia 5 tahun ke bawah akan mengenal orang tua sebagai tokoh utamanya. Kemudian, jika dia bertambah besar, maka lingkungan pergaulannya melebar dari lingkungan yang berada hanya di sekitar rumahnya kepada lingkungan yang lebih luas lagi, sehingga anak juga mulai mengidentifikasi perilaku orang lain di sekitarnya. Maka, sebelum mereka banyak menyerap kondisi lingkungan di sekitarnya, saat itulah pembelajaran sudah harus dimulai sejak dini dengan pembelajaran yang sesuai dengansyariat.
  • Bahwasanya mendidik anak tidak sama dengan mengajar. Mendidik anak adalah proses membimbing anak dalam mencapai kedewasaannya, baik dari aspek akal, fisik, maupun psikologisnya. Jadi, apa-apa yang dilakukan oleh orangtua, sebenarnya adalah dalam rangka membantu anak untuk mengenal dan mengetahui sesuatu, sehingga kemudian anak-anak mau dan kemudian menjadi terbiasa dan terampil mengamalkannya.
Memberikan pendidikan kepada anak-anak bukan saja membutuhkan waktu yang lama, akan tetapi juga membutuhkan kemauan yang kuat, kasabaran, dan keuletan dari orang tua. Terkait dengan kenyataan ini, semakin awal orang tua mulai mendidik anak-anaknya, maka semakin baik hasilnya.
Untuk itu, berikut adalah sepuluh tipsnya untuk membantu para orang tuas mengajarkan puasa pada anak
1.      Pastikan anak Anda tidur lebih awal setiap hari agar mereka dapat bangun sahur tepat waktu. Hal ini juga agar mereka terhindar dari kurang tidur. Waktu tidur yang cukup akan membantu si kecil fokus belajar di sekolah.
2.      Menu sahur harus terdiri dari makanan tinggi energi, selain susu dan telur. Untuk itu, buatlah jus segar dan minuman sehat lainnya agar buah hati Anda tetap terhidrasi sepanjang hari. Jangan lupa menyuruh mereka mengonsumsi buah dan sayur.
3.      Biarkan anak-anak sahur dengan santai dan tidak membuat mereka makan buru-buru. Buatlah aktivitas sahur menyenangkan agar mereka merasa nyaman. Ini dapat dilakukan dengan sahur bersama samnbil berbagi pengalaman Anda berpuasa di masa kecil.
4.      Biarkan anak Anda tidur sedikit lebih lama setelah sahur. Tidur delapan jam baik itu di malam hari maupun siang hari dapat membantu mereka tetap berenergi sepanjang hari.
5.      Pastikan setiap hari di bulan Ramadan menjadi hari yang berarti bagi anak-anak. Anda bisa mengajarkan mereka mengenai agama dan ibadah lebih dalam. Anda juga bisa melibatkan mereka dalam kegiatan sosial seperti bersedekah dan membantu orang-orang yang kurang beruntung di sekitar lingkungan mereka.
6.      Jangan biarkan buah hati melakukan kegiatan fisik seperti olahraga yang berat karena akan membuat mereka lemas dan haus.
7.      Libatkan anak saat Anda menyiapkan hidangan berbuka puasa. Jangan lupa membuat hidangan favorit mereka agar anak kian bersemangat.
8.      Disarankan untuk berbuka puasa dengan kurma dan air. Hindari gorengan dan makanan cepat saji yang mengandung banyak lemak dan kalori. Pastikan pula anak Anda mengindari makanan yang mengandung gula tinggi. Sup buatan rumah menjadi salah satu contoh hidangan berbuka puasa yang sehat.
9.      Jangan biarkan anak Anda berpuasa tanpa makan sahur karena itu akan membuat mereka lemas dan kurang energi. Hal ini juga akan membuat puasa mereka menjadi berat, menjadikan anak kurang bersemangat untuk belajar berpuasa. Tentu saja, makan berlebihan juga harus dihindari.
10.  Beri anak motivasi berpuasa dengan menawarkan hadiah jika mereka berhasil menjalankan puasa.

6.            Pengujian Hipotesis

Secara signifikan jika orang tua dapat menerapkan dan megajarkan anak untuk berpuasa tips ini dapat bermanfaat untuk para orang tua, berarti Ha diterima maka:

Ha : Bahwa tips ini berguna untuk membantu para orangtua mengajarkan anak berpuasa

7.            Kesimpulan
Dalam Islam puasa bersifat wajib dilakukan pada bulan Ramadhan selama satu bulan penuh dan ditutup dengan Hari Raya Lebaran. Menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. puasa juga menolong menanam sikap yang baik dan kesemuanya itu diharapkan berlanjut ke bulan-bulan berikutnya dan tidak hanya pada bulan puasa.
Islam menjelaskan kepada kita untuk melatih anak berpuasa agar anak-anak mudah dibentuk sesuai dengan apa yang dikehendaki syariat Islam. Anak pada usia dini lebih mudah menerima nilai dan kebiasan yang kita tanamkan sekaligus meyakininya. Selain itu, masa anak-anak adalah masa yang sangat menentukan bagi pembentukan kepribadiannya di masa datang. Perkara yang baik maupun buruk yang dialami pada masa anak-anak, akan mempunyai pengaruh yang besar dalam hidupnya kelak.
Bahwasanya mendidik anak tidak sama dengan mengajar. Mendidik anak adalah proses membimbing anak dalam mencapai kedewasaannya, baik dari aspek akal, fisik, maupun psikologisnya. Jadi, apa-apa yang dilakukan oleh orangtua, sebenarnya adalah dalam rangka membantu anak untuk mengenal dan mengetahui sesuatu, sehingga kemudian anak-anak mau dan kemudian menjadi terbiasa dan terampil mengamalkannya.



Comments

Popular posts from this blog

EKONOMI KOPERASI materi 2

EKONOMI KOPERASI materi 1

Myself