Filsafat Pancasila



Berfilsafat artinya mencari hakekat kebenaran / kebijaksanaan atau berfikir secara radikal. Mencari sampai keakar-akarnya. Filsafat adalah induk dari segala ilmu. Orang yang berfilsafat disebut filsuf. Cabang-cabang filsafat :

1.      Metafisika
Adalah ilmu yang tidak tampak. Filsafat tentang hakikat yang ada di balik fisika, hakikat yang bersifat transenden, di luar jangkauan pengalaman manusia

2.      Cosmologi  
Adalah ilmu yang mempelajari alam semesta

3.      Antropologi
Adalah ilmu yang membahas tentang manusia

4.      Ontology
Adalah ilmu yang membahas hakekat sesuatu / dasar.  Filsafat tentang seluruh kenyataan atau segala sesuatu sejauh itu ‘ada’.

5.      Estetika
Adalah ilmu yang mempelajari keindahan. Filsafat tentang kreasi yang indah dan yang jelek.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila

1.      Causa Materialis

Pancasila digali dari kultur budaya orang Indonesia. Maksudnya sebab yang berhr.bungan dengan materi/bahan, dalam hal ini Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.

2.      Causa Formalis

Pancasila tidak bisa diubah dalam pembukaan UUD State Fundamental Norte adalah mengamandemen UUD itu berarti menghancurkan Negara atau membubarkan persatuan Negara. Maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang ada dalam pembukaan UUD '45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).

3.      Causa Efisiensi

Kegiatan PPKI menjadi BPUPKI dalam menyusun pancasila. Maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila merijadi dasar negara Indonesia merdeka serta

4.      Causa Finalis

Dijadikannya pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Maksudnya berhubungan dengan tujuannya, yaitu tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Kajian Filsafat Pancasila

1.      Kajian Ontology ( Human Being )

Secara ontologis kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. 

2.      Kajian Efistimologi ( Tentang Hakekat Dasar Ilmu Penngetahuan )

Kajian epistemologi filsafat Pancasila dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Hal ini dimungkinkan karena epistemologi merupakan bidang filsafat yang membahas hakikat ilmu pengetahuan (ilmu tentang ilmu). Kajian epistemologi Pancasila tidak dapat dipisahkan dengan dasar ontologisnya. Oleh karena itu, dasar epistemologis Pancasila sangat berkaitan erat dengan konsep dasarnya tentang hakikat manusia.

3.      Kajian Axsiologi ( Berguna untuk Kehidupan )

Kajian axsiologi filsafat Pancasila pada hakikatnya membahas tentang nilai praksis atau manfaat suatu pengctahuan tentang Pancasila. Karena sila-sila Pancasila sebagai suatu sistcm filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis, maka nilai-nilai yang tcrkandung dalamnya pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Selanjutnya, aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila. Istilah nilai dalam kajian filsafat dipakai untuk merujuk pada ungkapan abstrak yang dapat juga diartikan sebagai "keberhargaan" (worth) atau "kebaikan" (goodnes), dan kata kerja yang artinya scsuatu tindakan kcjiwaan tertentu dalam menilai atau melakukan penilaian.


Pancasila dikatakan sebagai suatu system bersifat hirarki bersifat majemuk tunggal dan saling mengualifikasi. Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:

1.      Tuhan
Sebagai Causa Prima yakni sebab dan musabab ala semesta dan segala isinya. Firman tuhan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya.

2.      Manusia
Sebagai wakil Tuhan ( Khalifah ) sebagai pemakmur pelestari penjaga bumi sebab terjadinya kerusakan dibumi disebabkan oleh tangan-tangan manusia. Manusia juga disebut monodualis ( sebagai mahluk pribadi juga mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain

3.      Satu sumber kekuatan puncak dari perjuangan bangsa Indonesia tercemin pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928
Isi Sumpah Pemuda
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

4.      Rakyat
Unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan bergotong royong terbentuk Negara demokrasi di Indonesia adalah Demokrasi Pancasila. Demokrasi yang dijiwai oleh nilai-nilai pancasila prinsip dasarnya untuk mencapai mufakat adalah musyawarah untuk mufakat

5.      Adil
Untuk diri sendiri keluarga dan orang lain menjadi haknya.. Keadilan adalah jawaban dan persoalan.

Majemuk tunggal, Pancasila sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara sila satu, dua, tiga, empat dan lima. Saling mengualifikasi artinya sila ketuhanan yang Maha Esa mengilhami, menjiwai sial kemanusiaan, sila persatuan, sila kerakyatan dan sila keadilan. Sila kemanusiaan dijiwai sila ketuhanan menjiawai sila persatuan, kerakyatan dan keadilan.



Daftar Pustaka


http://muizngebloger.blogspot.com/2013/05/pengertian-filsafat-ilmu-pembagianya.html

Comments

Popular posts from this blog

EKONOMI KOPERASI materi 2

EKONOMI KOPERASI materi 1

Myself