Contoh Koperasi yang Sukses dan Kriterianya
Contoh Koperasi yang Sukses dan Kriterianya
Beberapa kriteria
koperasi sukses dapat dilihat dari :
1. Peningkatan keanggotaan perorangan. Ada dua
faktor keanggotaan yang perlu diperhatikan yaitu :
·
Kemampuan ekonomi,
digerakkan untuk keperluan menyusun investasi, lalu
·
Tingkat kecerdasan
anggota, merupakan penentu mutu manajemen.
2. Peningkatan modal, merupakan salah satu
indikator utama dari kemandirian koperasi.
3. Peningkatan pelayanan kepada anggota dan
masyarakat.
Kriteria ini sukar
dihitung secara kuantitatif. Anggota dapat merasakan efeknya dengan
membandingkan sebelum dan sesudah ada koperasi. Sedangkan masyarakat dapat
merasakannya melalui pelayanan yang diberikan.
Dibawah contoh
koperasi yang sukses dalam pelaksanaannya di Indonesia, yaitu:
1.
Koperasi Simpan
Pinjam Kusuma Mulya
Koperasi
Simpan Pinjam Kusuma Mulya Semarang di dirikan pada tahun 2000, dengan modal
awal 10 juta rupiah, dengan jumlah anggota sebanyak 40 orang. Sekarang koperasi
tersebut sudah memiliki aset ratusan juta rupiah.
Koperasi
Kusuma Mulya pada awalnya hanya bergerak di bidang simpan pinjam. Pada tahun
2007 Koperasi mengadakan Rapat Anggota Tahunan dengan agenda penyampaian
laporan pertanggungjawaban pengurus koperasi masa bhakti 2004 – 2007 dan
pemilihan pengurus koperasi yang baru.
Rapat
Anggota Tahunan, memutuskan bahwa rapat menerima laporan pertanggung-jawaban
pengurus koperasi masa bhakti 2004-2007. Selanjutnya rapat memilih pengurus
koperasi masa bhakti 2007-2010 melalui pemungutan suara. Hasil voting yang
terpilih menjadi pengurus koperasi adalah Ketua Agus Santosa.SE Sekretaris
Rokhayati Bendahara Iria Wati.SE, Dewan Pengawan Pratiknya SH dan Saino.
2.
Koperasi yang
Sukses Mengelola Pasar
Contoh
sukses pengembangan pasar tradisional yang dikelola koperasi yaitu Pasar Ritel
dan Pasar Buah Jakabaring yang terletak di kawasan Jakabaring, Palembang. Meski
aktivitas kedua pasar tersebut mulai dipenuhi pengunjung, kedua pasar tersebut
sangat berarti bagi Pemerintah Kota Palembang karena dapat menggerakkan
perekonomian rakyat. Bahkan keberadaan Pasar Ritel dan Pasar Buah Jakabaring
telah membantu koperasi lokal untuk hidup secara mandiri dalam menjalankan
usahanya, tanpa bergantung pada modal pemerintah.
Koperasi
tersebut telah memiliki karyawan sekitar 50 orang dan anggota 300 pedagang
buah. Dari jumlah itu, 120 anggotanya telah menempati kios di Pasar Buah. Koperasi
ini memberikan cicilan murah dan membantu untuk mendapat pinjaman
dana dari perbankan.
3.
Koperasi Sejahtera Bersama (KSB)
Bogor yang mendirikan SB Mart, Furnimart dan Mer
Furniture. Hal ini dapat kita lihat pada jaringan minimarket SB Mart bertebaran
di Jawa Barat. Total hingga saat ini ada 45 gerai yang tersebar di Bandung,
Bogor, hingga kawasan Puncak. Ada juga toko mebel Mer Furniture dan Furnimart
yang punya sembilan toko di Depok, Kuningan, dan Bandung. Omzet usaha ini juga
cukup besar. Dalam sehari, satu gerai SB Mart bisa menghasilkan Rp 8 juta.
Sebulan, keseluruhan minimarket tersebut menghasilkan Rp 9,6 miliar. Begitu
juga dengan sembilan toko mebel yang omzetnya bisa mencapai Rp 1,3 miliar per
bulan. Sehingga dengan demikian atas keberhasilan koperasi ini maka
kesejahteraan anggota bertambah dan masyarakat umum pun merasakan manfaat
positif dari pelayanannya tersebut.
4. KSP JASA
Koperasi tersebut di
dirikan di lingkungan basis pelaku ekonomi mikro di seputar pasar-pasar di
karsidenan pekalongan jawa tengah,Di mana di tempat-tempat tersebut mengurus
mengajak pedagang di sekitar itu untuk menjadi anggota koperasi dan penyertaan
modal suka rela.Dari system pengoperasiannya yang secara baik dan
benar maka anggota merasa sangat di untungkan. Namun demikian hal-hal yang
menyangkut pokok-pokok tata cara perekonomian secara umum tetap di lakukan
sebagai basis dasar standart managemen koperasi tersebut.Dengan demikian kesepakatan
seluruh anggotanya mampu menghantarkan lembaga ini sukses dan menguntungkan
serta sangat bermanfaat bagi anggotanya. Ini membuktikan bahwa managemen
koperasi mampu di aplikasi sebagai basis dasar suatu usaha.
5. Koperasi Perikanan
Panta Madani (KPPM)
merupakan salah satu
koperasi yang sukses dan bergerak di sektor perikanan di wilayah pesisir Pulau
Bengkalis yang berdiri pada tanggal 6 September 1999. Tujuan didirikannya
koperasi ini adalah untuk mensejahterakan masyarakat masyarakat terutama
masyarakat pesisir atau nelayan di daerah pulau Bengkalis. Koperasi ini
beranggotakan 54 orang anggota yang terdiri dari para nelayan sekitar.
Daftar pustaka
https://ikasamsumantri.wordpress.com/2011/11/22/contoh-koperasi-yang-sukses-dan-kriterianya/
Comments
Post a Comment